Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Mitos tentang Otak Kiri dan Kanan

Pernyataan kalau kepribadian seseorang memiliki dominasi otak kiri atau otak kanan adalah mitos. Kenyataannya kedua belahan berperan dan saling ketergantungan.


Selama ini berkembang mitos kalau seseorang dengan otak kanan umumnya kreatif, intuitif, berseni, sementara orang otak kiri cenderung pemecah masalah, lebih linier, dan logis. 


Mitos ini lahir dari sains murni, namun teknologi pencitraan modern telah menunjukkan kalau otak lebih saling fleksibel dari pada yang diduga sebelumnya.

Mitos ini mungkin berasal dari tahun 1800an, ketika para ilmuan menemukan kalau sebuah cedera pada satu sisi otak sering menyebabkan hilangnya kemampuan tertentu. Sebagai contoh, kemampuan spasial terlihat berada di sisi kanan otak, sementara bahasa ada di kiri. 

Mitos ini makin kuat di tahun 1960an, ketika para ilmuan mempelajari pasien epilepsi yang dibedah untuk memotong hubungan antara kedua belahan otak. 

 Para peneliti menunjukkan kalau ketika kedua belahan tersebut tidak dapat berkomunikasi, kedua belahan otak dapat tidak sadar mengenai eksistensi satu sama lain – dan bahkan merespon berbeda pada rangsangan. 

Sebagai contoh, ketika seorang pasien ditanya apa yang ingin ia lakukan, otak kirinya mengatakan “tukang kayu” sementara otak kanan mengatakan “pembalap”.
 
 
Namun lebih baru ini, teknologi pindai otak mengungkapkan kalau peran belahan otak tidak begitu sederhana seperti diduga. Kedua belahan otak faktanya saling menggantikan. 

Sebagai contoh, pengolahan bahasa, pernah dipercaya kalau hanya dominasi otak kiri, namun sekarang diketahui terjadi di dua belahan otak: sisi kiri mengolah tata bahasa dan pengejaan sementara kanan mengolah intonasi. 

Begitu juga, eksperimen menunjukkan kalau belahan kanan tidak bekerja dalam isolasi dalam kemampuan spasial: otak kanan tampaknya berhubungan dengan naluri keruangan yang umum, sementara otak kiri berurusan dengan benda di lokasi tertentu.

Apa yang benar adalah kalau sisi kanan otak mengendalikan sisi kiri tubuh dan sebaliknya. Ini artinya, cedera di sisi kiri otak (seperti stroke otak kiri) dapat menyebabkan kerusakan pada belahan kanan tubuh (misalnya lumpuh kaki kanan)
Sumber

Gunung Gunung Tertinggi Di Dunia Yang Sebenarnya

Dalam pelajaran geografi di sekolah kita sering mendapat informasi bahwa gunung tertinggi di dunia adalah gunung Everest atau Mount Everest di Nepal. Benarkah demikian? Ternyata ini tidaklah sepenuhnya benar! Apa alasannya? Kalau tidak benar, so gunung mana yang lebih tinggi dibandingkan Everest?

http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/01/0a/c1/a8/mauna-kea-summit.jpg

Sebelum kita menjawab benar atau salah, terlebih dahulu kita telaah dulu beberapa cara mengukur dan menentukan gunung tertinggi di dunia. Cara-cara tersebut adalah sbb:

1. Pengukuran dilakukan dari atas permukaan laut (from above sea level).
2. Pengukuran dilakukan dari dasar gunung (from its bottom/base).
3. Pengukuran dilakukan dari pusat bumi (from the center of the earth).

http://www.stolaf.edu/courses/2003sem2/Physics/112/images/moonrisemk_michaelconnelley.jpg

Apabila cara pertama dilakukan, maka benarlah adanya bahwa Mount Everest adalah gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian dari permukaan laut adalah 8.848 meter, disusul kemudian gunung K2 di Kashmir/Xinjiang (8.611 meter) dan tertinggi ke-3 adalah Gunung Kangchenjunga di Nepal/India (8.586 meter).

http://www.ucolick.org/~bolte/AY4_00/week1/mauna_kea.jpg

Apabila cara kedua dilakukan, maka Gunung Mauna Kea di Hawaii/USA merupakan yang tertinggi. Gunung ini menjulang dari dasar kedalaman Samudera Pasifik sepanjang 10,203 meter tetapi hanya setinggi 4.205 meter di atas permukaan laut.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/fd/Mauna_Loa_Mauna_Kea.jpg

Dengan metode pengukuran ke dua ini Gunung Everest hanya berada di posisi ke-3 di bawah Gunung Denali (Mount McKinley) di Alaska dengan ketinggian antara 5,300-5,900 meters. Denali lebih tinggi dari Everest karena Everest berdiri di atas dataran tinggi Tibetan Plateau dengan ketinggian 5.200 meter, sehingga ketinggian dari dasar hanya 3.650 meter saja (total 8.848 meter).

Membaca Angka Rp. 907.045.178.203.465.897.599

[imagetag] blog-apa-aja.blogspot.com [imagetag]
Selama ini kita hanya mengenal angka sampai triliyun, itupun jika melebihi triliyun kita masih menyebutnya juta triliyun atau ribu triliyun. itupun wajar, karna selama ini dalam bentuk kekayaan ataupun angka2 yang beredar tidak atau belum sampai jumlah seperti itu lazimnya digunakan di masyarakat umum.

Ternyata di dalam buku Pintar seri senior edisi 39, ada penyebutan yang di bakukan dalam bahasa indonesia, disana terlihat sampai 63 angka nol masih ada sebutannya.

Tanpa banyak basa-basi begini gan cara bacanya :

Rp. 907.045.178.203.465.897.599

Sembilan ratus tujuh trita empat puluh lima dwiyar seratus tujuhpuluh delapan triliyun dua ratus tiga milyar empat ratus enam puluh lima juta delapan ratus sembilan puluh tujuh ribu lima ratus sembilan puluh sembilan rupiah

Berikut dijabarkan sebutannya baik dalam bahasa kita maupun istilah asing :

SIMBOL BILANGAN DAN SEBUTANNYA
Indonesia, Amerika, Prancis Inggris dan Jerman

[imagetag] blog-apa-aja.blogspot.com [imagetag]

Keterangan :
* Dalam APBN Republik Indonesia Dwita diganti dengan kata Triliyun

Nah
kalau Rp.978.079.334.245.645.687.344.111.234.876.466.098.567.435.786.456.467.234.876.456.890.098.697.885.00,-
gmn bcanya gan..? hehe cari sendiri dah..! semoga menambah pengetahuan

Penjelasan Ilmiah Tentang Cinta

[imagetag]
Bicara jatuh cinta, banyak orang yang mengira bahwa hati menjadi penentu dominan dalam prosesnya. Otak, juga panca indera, kerap dikesampingkan, bahkan sering dianggap tidak terlibat sama sekali.

Namun, peneliti dari Syracuse University telah membuktikan bahwa otak sangat bekerja saat manusia merasa jatuh cinta. Setidaknya ada 12 area di otak yang bekerja secara bersamaan, sehingga Anda mendapatkan kesan menemukan seseorang yang Anda cintai.

Stephanie Ortigue dari Syracuse University, bahkan mengatakan kalau hanya butuh lima detik untuk jatuh cinta.

"Cinta memang konsep penting dalam kehidupan," kata Stephanie, seperti dikutip dari laman Livescience. "Tapi sebagai ilmuwan, saya ingin mencari rasionalitas dari hal-hal yang tak rasional dan melihat bahwa cinta itu merupakan hasil kerja otak," lanjutnya.

Penelitian ini memperlihatkan, saat jatuh cinta, area-area berbeda yang ada di otak melepas euphoria yang dipengaruhi sejumlah zat kimia. Antara lain seperti dopamine, oxytocin (yang dikenal sebagai hormon cinta), adrenaline, dan vasopressin (atau hormon yang menjadikan hewan memiliki sifat agresif dan perilaku menguasai teritorial, bisa jadi hormon dasar dari sifat posesif)

Penelitian lain juga memperlihatkan tingkat darah dari Nerve Growth Factor (NGF), suatu protein yang berperan dalam survival dan maintenance di sel otak, juga meningkat. Peningkatan ini ditemukan secara signifikan di pasangan yang merasa baru saja jatuh cinta.

Ortigue bahkan mengatakan, molekul ini berperan penting dalam ketertarikan sosial (social-chemistry) antara manusia, yang dikenal dengan fenomena 'cinta pada pandangan pertama'. "Hasil ini memperlihatkan bahwa cinta memiliki dasar ilmiah," ucap Ortigue.

Romantis?

Penelitian ini kemudian berusaha mencari tahu apa yang menjadi dasar manusia merasakan romansa. Dalam meneliti cinta romantis, para peneliti mengambil sampel 17 orang yang merasa sedang cinta mati terhadap pasangannya.

Saat menatap pasangannya, para partisipan ini memperlihatkan aktivitas otak di wilayah yang dinamakan dopaminergic subcortial system menjadi aktif, layaknya orang yang euphoria karena pengaruh kokain.

Tapi berbeda dengan pecandu kokain yang sibuk mencari kokain, para pecinta ini akan termotivasi untuk mencari kesamaan minat dan ketertarikan yang sama. Ortigue menyebut ini mempengaruhi perilaku emosional, seperti ketertarikan seksual. Ini yang menyebabkan kepuasan seksual manusia berbanding lurus dengan cinta yang mereka rasakan.

Pengaruh Indera

Selain otak, yang memengaruhi manusia saat merasakan cinta adalah indera. Di setiap makhluk hidup, terdapat feromon yang dihasilkan di kalenjar tubuh manusia. Ini mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuh, terutama otak, dan menjadi daya tarik seksual.

Salah satu contoh feromon adalah bau badan, yang dianalogikan seperti sidik jari. Jadi, perasaan cinta bisa jadi mulai dirasakan saat indera penciuman mendeteksi feromon, yang kemudian bereaksi terhadap hormon estrogen (pada perempuan) dan testoteron (pada lelaki).

Mengutip majalah Time, feromon bisa 'dideterminasi', salah satunya pil anti-kehamilan. Ilmuwan dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, Charles Wysocki, bahkan mengatakan ini bisa mempengaruhi hubungan.

"Perempuan memilih seorang suami untuk jadi suami saat mereka dalam pengaruh pengendali kehamilan, lalu berhenti untuk memperoleh bayi. Saat itulah mereka akan sadar telah membuat kesalahan," ucap Wysocki.

Tiga tahap

Profesor Antropologi dari Rutgers University, Helen Fisher, membagi penjelasan cinta dalam tiga tahap. Dalam buku "Why We Love: The Nature and Chemistry of Romantic Love", Fisher menyebut tiga tahap itu juga dipengaruhi oleh hormon.

Tahap pertama adalah Nafsu (Lust). Ini dipengaruhi hormon testosterone dan oestrogen di lelaki dan perempuan.

Tahap kedua adalah ketertarikan (Attraction). Di tahap ini, setidaknya ada tiga neurotransmitter yang berpengaruh, ini termasuk adrenaline, dopamine, dan serotonin (ini merupakan hormon yang memengaruhi pikiran).

Ketiga merupakan tahap keterikatan (Atatchment). Hormon yang terlibat dalam tahap ini adalah oxytocin dan vasopressin.

Kalau begitu, apa hati tetap terlibat? "Tentu, karena ini merupakan konsep yang kompleks dari cinta yang terbentuk dari proses secara keseluruhan. Ini merupakan manifestasi hati, yang terkadang muncul dari otak," jawab Stephanie Ortigue.
Sumber

Hideki Yukawa Sang Ahli Nuklir

Biografi Hideki Yukawa 

Hideki Yukawa dilahirkan tahun 1907 di Tokyo, sebagai anak ketiga dari Takuji Ogawa seorang profesor geologi di Kyoto Imperial University (sekarang Universitas Kyoto). Ia memperoleh gelar MS-nya dari Universitas Kyoto pada 1929 dan DSc (setara dengan S3) dari Universitas Osaka pada 1938. Antara 1932 dan 1938, ia mengikuti jejak ayahnya menjadi tenaga pengajar di Universitas Kyoto dan pada 1939 ia menjadi profesor fisika teori di universitas tersebut. Dia juga menjabat sebagai asisten profesor di Universitas Osaka. Kegemaran Yukawa dalam bidang riset fisika terutama yang berhubungan dengan fisika partikel elementer sudah terlihat sejak masa mudanya. Yukawa pernah berkata, bahwa ketertarikannya mendalami fisika teori sangat besar dipengaruhi oleh profesornya K Tamaki di Kyoto dan Y Nishina di Tokyo.

Tahun 1949, Hideki Yukawa yang meraih hadiah nobel di bidang fisika seakan menyampaikan pada dunia bahwa bangsa Asia juga menyimpan potensi besar di bidang sains. Ia menempatkan negerinya, Jepang sebagai negara di Asia kedua setelah India yang berhasil mendapat pengakuan dunia internasional dalam pencapaian yang mengagumkan dalam bidang riset fisika. Secara bergurau ia juga mengatakan bahwa ketertarikannya sebagian juga dikarenakan ketidakmampuannya menguasai seni membuat peralatan laboratorium gelas sederhana. Pada 1935, ketika ia berumur 27 tahun, Yukawa mempublikasikan tulisan dengan judul On the Interaction of Elementary Particles I. Dalam publikasinya itu, ia mengajukan suatu teori baru tentang gaya nuklir dan meramalkan adanya partikel yang kemudian dinamakan meson. Menurutnya, sama seperti gaya elektromagnetik yang dibawa oleh foton, gaya nuklir dibawa oleh meson. Setelah ditemukannya salah satu jenis meson oleh fisikawan Amerika pada tahun 1937, Yukawa lebih semangat lagi untuk mengkonsentrasikan risetnya pada pengembangan teori meson ini.

Biografi Hideki Yukawa
Partikel yang diramalkan oleh Yukawa ini semula akan dinamakan “Yukon” untuk menghormatinya, namun akhirnya orang memilih nama meson dengan alasan massa partikel ini berada diantara massa elektron dan massa proton yaitu sekitar 200-300 kali massa elektron. Penemuan partikel pi-meson pada tahun 1947 membuat nama Yukawa semakin melejit. Penemuan ini semakin meyakinkan orang bahwa teori Yukawa tentang gaya nuklir berada pada jalur yang tepat. Atas prediksinya tentang keberadaan meson yang kemudian terbukti secara empiris inilah, Hideki Yukawa kemudian dikukuhkan sebagai fisikawan besar dengan penganugerahan hadiah Nobel fisika dari Swedish Academy of Science di Stockholm, Swiss. Uang dari hadiah nobel itu kemudian ia hibahkan untuk mendirikan institut fisika teori yang baru di Kyoto.

Sambil terus mengembangan teori meson, Yukawa juga menggiatkan diri dalam riset teori-teori yang berhubungan dengan partikel elementer. Teori yang disebut teon medan non-lokal telah membantu banyak perkembangan teori fisika nuklir. Teori-teori yang berasal dari ide-idenya ini banyak dipublikasikan dalam jurnal-jurnal ilmiah dan juga dalam bukunya Introduction to Quantum Mechanics dan Introduction to the Theory of Elementary Particles. Di antara kesibukannya, ia masih menyempatkan diri untuk menjadi editor jurnal Progress of Theoretical Physics. Pada 1948, Robert Oppenheimer mengundang Yukawa untuk bergabung dengan grup fisika nuklir dan bekerja untuk Institut pendidikan lanjut Princeton.

Biografi Hideki Yukawa

Kemudian ia menjadi profesor di Universitas Columbia, Amerika Serikat pada tahun 1949. Disamping Nobel, penghargaan yang pernah diterimanya antara lain dari Universitas Paris, the Royal Society of Edinburgh, the Indian Academy of Sciences, the International Academy of Philosophy and Sciences, dan the Pontificia Academia Scientiarum. Dari negerinya sendiri, ia juga dianugerahi bintang jasa. Yukawa dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan. Koleganya senang bergaul dengan kerendah-hatiannya.. Ketika dilantik menjadi professor di Universitas Columbia, Oppenheimer berkata “Prediksi Dr Yukawa atas meson adalah salah satu ide yang sangat cemerlang dalam dekade terakhir ini. Dalam kesehariannya, ia sangat dicintai oleh semua koleganya baik sebagai fisikawan maupun sebagai pribadi.”

Walaupun sibuk sebagai peneliti, Yukawa juga menyempatkan diri untuk aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Pada bulan juli 1981, empat bulan sebelum ia meninggal dunia, Yukawa bersama-sama dengan sekelompok ilmuwan membuat pernyataan melarang penggunaan senjata nuklir
Sumber

Fakta Mengagumkan Dari Lebah

[imagetag]

Seseorang yang meneliti segala penjuru alam semesta - dari galaksi raksasa di ruang angkasa hingga mahluk hidup di alam, dan dari tubuhnya sendiri hingga sel kasat mata – akan mendapati suatu perencanaan sempurna dalam tatanan maupun rancangannya. Setiap jengkal alam semesta dipenuhi oleh bukti yang nyata dan pasti: FAKTA PENCIPTAAN.
Beragam pekerjaan yang dilakukan para hewan dan perilaku yang mereka perlihatkan, hanya mungkin terjadi karena adanya hikmah, ilmu, pengalaman dan keahlian yang luar biasa. Pengamatan sederhana sebenarnya sudah cukup untuk memahami bahwa sifat-sifat unggul ini bukanlah berasal dari hewan itu sendiri. 
Indera penunjuk arah sempurna pada burung yang bermigrasi ribuan kilometer, kemegahan arsitektur jaring laba-laba, pembagian kerja dan kerjasama luar biasa dalam koloni semut, serta rancangan geometris menakjubkan pada sarang lebah madu adalah sedikit dari beragam contoh lain yang tak terhitung jumlahnya…
Allah membentangkan tanda-tanda keberadaan dan kekuasaan-Nya melalui contoh-contoh ini. Dia memperlihatkan ilmu, hikmah dan kesempurnaan-Nya yang tak terbatas melalui makhluk hidup dan tak hidup ciptaan-Nya.
Beragam organisme besar dan kecil, dari burung hingga reptil, dan dari ikan paus hingga serangga, memperlihatkan perilaku yang sungguh menakjubkan. Bahkan manusia, yang menganggap dirinya lebih bijak, berilmu dan cerdas, ternyata tak mampu menyaingi keahlian mereka.
Kisah lebah madu, yang akan kita simak berikut ini, hanyalah satu di antara berbagai mahluk hidup dengan perilaku mereka yang membuat manusia berdecak kagum.
Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan perencanaan khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada pada setiap ekor lebah. Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah bekerjasama secara teratur dan terencana dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama, dan mereka melaksanakan bagian pekerjaan mereka masing-masing secara penuh dan sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun.
Kesulitan terbesar dalam pengorganisasian sekelompok orang untuk bekerja secara bersama adalah penyiapan jadwal kerja serta pembagian tugas dan tanggung jawab. Dalam sebuah pabrik, misalnya, terdapat struktur jabatan yang rapi di mana para pekerja melapor pada mandor, para mandor melapor pada insinyur, para insinyur melapor pada manajer pelaksana dan para manajer pelaksana melapor pada manajer umum. Pengoperasian pabrik yang efisien memerlukan banyak tenaga kerja dan dana; pembuatan rencana jangka panjang dan pendek; serta pengumpulan data statistik. Produksi dilakukan berdasarkan rencana produksi yang telah disiapkan sebelumnya, dan pengawasan kualitas dilakukan di setiap tahapannya. Setiap insinyur, manajer dan manajer pelaksana memperoleh pendidikan dan pelatihan khusus dalam jangka waktu tertentu sebelum ditempatkan pada posisi mereka masing-masing.
Akan tetapi, setelah segala persyaratan ini dipenuhi dan sistem organisasinya telah terbentuk, hanya beberapa ratus tenaga kerja saja yang mampu bekerja bersama secara harmonis.
Demikianlah, pembentukan kerja sama di antara beberapa ratus manusia cerdas dengan gagasan mereka masing-masing memerlukan perencanaan yang rumit dan biaya mahal. Namun, puluhan ribu lebah mampu membangun sistem organisasi sempurna yang tak tertandingi oleh masyarakat manusia.
Tidak seperti manusia, lebah tidak mendapatkan pendidikan atau pelatihan apapun. Begitu lebah lahir, ia dengan segera melaksanakan tugas yang dibebankan padanya.
Karyawan pabrik bekerja untuk mendapatkan gaji pada akhir bulan. Sementara itu, seekor lebah tidak memperoleh keuntungan pribadi dari pekerjaan yang ia lakukan. Pekerjaan yang dilakukan karyawan pabrik, baik sebagai pekerja biasa ataupun manajer pelaksana, terbatas hanya pada jam kerja tertentu dan mereka berhak mendapatkan masa liburan. Sebaliknya, lebah bekerja sepanjang hidup, tanpa istirahat, demi kepentingan dan kebaikan sesamanya.
Tidak diragukan lagi, Allah, Dia-lah yang menjadikan masing-masing dari puluhan ribu lebah tersebut bekerja harmonis tanpa henti, layaknya roda-roda gigi dalam sebuah mesin. Dalam sebuah ayat, Allah mengingatkan manusia tentang segala nikmat yang Allah berikan kepada manusia melalui hewan ciptaan-Nya: "Dan Kami tundukkan binatang–binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat–manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?" (QS. Yaasiin, 36:72-73)
Rata-rata, sekitar 60-70 ribu lebah hidup dalam sebuah sarang. Walaupun populasi yang demikian padat, lebah mampu melakukan pekerjaannya secara terencana dan teratur rapi.
Suatu koloni lebah umumnya terdiri dari lebah pekerja, pejantan dan ratu. Lebah pekerja boleh dikata mengerjakan seluruh tugas dalam sarang. Sejak saat dilahirkan, para lebah pekerja langsung mulai bekerja, dan selama hidup, mereka melakukan berbagai tugas yang berganti-ganti sesuai dengan proses perkembangan yang terjadi dalam tubuh mereka. Mereka menghabiskan tiga hari pertama dalam hidup mereka dengan membersihkan sarang.
Kebersihan sarang sangatlah penting bagi kesehatan lebah dan larva dalam koloni. Lebah pekerja membuang seluruh bahan berlebih yang ada dalam sarang. Saat bertemu serangga penyusup yang tak mampu mereka keluarkan dari sarang, mereka pertama-tama membunuhnya. Kemudian mereka membungkusnya dengan cara menyerupai pembalseman mayat. Yang menarik di sini adalah dalam pengawetan ini lebah menggunakan bahan khusus yang disebut "propolis". Propolis adalah suatu bahan istimewa karena sifatnya yang anti bakteri sehingga sangat baik digunakan sebagai pengawet.
Bagaimana lebah tahu bahan ini adalah yang terbaik sebagai pengawet, dan bagaimana mereka mampu menghasilkannya dalam tubuh mereka ?
Propolis adalah bahan yang hanya dapat dihasilkan dalam kondisi laboratorium dengan teknologi dan tingkat pengetahuan ilmu kimia yang cukup tinggi. Nyata bahwa lebah sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang ini, apalagi laboratorium dalam tubuhnya.
Lebih jauh lagi, lebah pekerja bertanggung jawab memeriksa sel–sel yang akan digunakan sang ratu untuk meletakkan telurnya. Selain itu, lebah pekerja juga bertugas mengumpulkan kotoran yang ada dalam sel-sel yang telah ditinggalkan oleh para larva yang telah lahir, serta membersihkan sel penyimpan makanan. Lebah–lebah tersebut juga mengatur kelembaban dan temperatur di dalam sarang, jika dibutuhkan, dengan kipasan angin melalui kepakan sayap mereka pada pintu masuk sarang.
Penting untuk diketahui bahwa seluruh tugas yang membutuhkan spesialisasi ini dilakukan oleh lebah pekerja berumur 3 hari yang bertanggung jawab dalam kebersihan.
Lebah pekerja menghabiskan waktunya setelah 3 hari pertama tersebut dengan merawat para larva. Saat mereka menjadi lebih dewasa, beberapa kelenjar sekresi dalam tubuh mereka mulai berfungsi; ini memungkinkan mereka untuk merawat larva. Seluruh tugas yang berhubungan dengan perawatan larva ini dikerjakan oleh lebah pekerja yamg berumur 3 sampai 10 hari. Mereka memberi makan sebagian larva dengan royal jelly, dan sebagian lagi dengan campuran madu-serbuk sari. Mahluk hidup yang baru lahir ini telah mengetahui tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan memiliki pengetahuan untuk mengerjakannya dengan cara yang sangat profesional.
Sang lebah berganti tugas saat ia tumbuh lebih dewasa. Ketika mencapai hari ke 10 dari masa hidupnya, kelenjar penghasil lilin dalam perut lebah pekerja mendadak telah matang sehingga ia mampu menghasilkan lilin. Pada saat itulah seekor lebah menjadi pekerja pembangun sel-sel penyimpan madu dengan menggunakan lilin.
Fenomena ini memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana mungkin seekor makhluk hidup yang baru saja lahir, dan, lebih dari itu, yang tidak memiliki kecerdasan dan pengetahuan ini benar-benar memahami seluruh tugas yang menjadi tanggung jawabnya? Bagaimana tubuh seekor hewan tiba–tiba dapat teradaptasikan untuk merawat dan memberi makan larva dengan berfungsinya beberapa kelenjar sekresi, padahal sesaat sebelumnya ia terprogram untuk melakukan tugas kebersihan? Bagaimana seekor lebah, yang 4 atau 5 hari sebelumnya adalah larva, dapat berpikir dan merencanakan segala tugasnya tersebut? Bagaimana tubuhnya dapat dengan tiba–tiba menghasilkan lilin dan berubah menjadi pekerja konstruksi? Padahal konstruksi bangunan ini didasarkan pada penghitungan rumit dan sangat tepat, yang tak akan mampu dilakukan oleh manusia sekalipun.
Tidak ada keraguan, tidaklah mungkin lebah itu sendiri yang melakukan perhitungan berdasarkan kecerdasannya sendiri. Begitulah, ini adalah bukti nyata bahwa setiap fase dalam hidupnya, lebah tunduk pada hikmah dan kekuasaan Penciptanya. Lebah menjalani setiap saat dalam hidupnya dengan ilham yang diberikan oleh Allah, Pencipta Yang Mahaperkasa.
Sumber

Kelinci Unik dan Lucu Yang Ga Punya Telinga

[imagetag] Kelinci Ternama dan Tak Bertelinga Til Mati Mengenaskan - kelinci13.jpg.
[imagetag] http://data.tribunnews.com/foto/berita/2012/3/16/kelinci12.jpg 
Setelah keunikan Paul si Gurita, Knut si Beruang, dan Heidi si Tupai Bermata Juling, kini hadir selebriti baru di dunia hewan yaitu Til si Kelinci Tanpa Telinga

Sayangnya, hidup kelinci unik ini tak lama setelah ia secara tak sengaja terinjak oleh seorang penata kamera ketika pengambilan gambar.

Til lahir di sebuah kebun binatang kecil di wilayah Limbach-Oberfrohna, Saxony, Jerman timur, sekitar tiga pekan silam. Ia kemudian menarik perhatian dan menyentuh banyak hati orang karena cacat yang dimilikinya.

Seharusnya, ia muncul di konferensi pers  dan pengambilan gambar dilakukan pada Rabu lalu.

"Saat pengambilan gambar, seorang penata kamera mundur dan kemudian menginjak kelinci itu. Ia mati seketika dan tak seorang pun yang bisa menolongnya. Sang penata kamera masih shock dan saya benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi," kata direktur kebun binatang bernama Uwe Dempewolf.

Tie mati setahun setelah kematian beruang kutub bernama Knut yang mengalami pendarahan otak serta tenggelam di Kebun Binatang Berlin pada 19 Maret 2011.

Ia dinamai Til Schweiger, seorang aktor Jerman yang bermain di film Inglourious Basterds yang disutradarai Quentin Tarantino.
Sumber